Rabu, 23 Januari 2013

Implementasi Strategi : Mengorganisasikan Tindakan


1.      PENGERTAN IMPLEMENTASI STRATEGI
Implementasi strategi merupakan keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana strategis. Ini merupakan proses di mana tujuan, strategi dan kebijakan dilaksanakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur.
Untuk memulai proses implementasi, para pembuat strategi harus mempertimbangkan tiga pertanyaan di bawah ini:
a.                   Who - Siapa orang-orang yang akan melaksanakan rencana strategis?
b.        What - Apa yang harus dilakukan untuk menyelaraskan operasi perusahaan dengan arah baru yang diharapkan?
      Manajer divisi dan manajer fungsional bekerja sama dengan anggotanya untuk :
1)       Mengembangkan program
Tujuan program adalah membuat suatu strategi menjadi berorientasi tindakan atau dapat dilaksanakan. (contoh: suatu perusahaan memilih integrasi vertikal ke depan (forward vertical integration) sebagai strategi terbaik untuk mencapai pertumbuhan)
2)       Menyusun anggaran (budget)
Setelah program dikembangkan, proses penyusunan anggaran dimulai. Perencanaan suatu anggaran merupakan pemeriksaan terakhir suatu perusahaan terhadap kelayakan strategi yang dipilihnya.  (contoh: manajemen Cadbury yang menyususn anggaran terkait suatu program kerja sama  “Cadburi cocoa partnership”dgn pemasok kakao di Ghana)
3)       Menetapkan prosedur (procedure)
Setelah program dan anggaran disetujui, prosedur operasi standar (POS) harus dikembangkan. SOP merupakan rincian berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan untuk menyelesaikan program perusahaan. (contoh: perusahaan yang menerapkan strategi bersaing diferensiasi mengawasi tenaga penjualannya secara lebih intensif. Oleh karena itu, tenaga penjual harus dibekali dengan SOP mengenai hal-hal yang harus dilakukannya dalam melayani pelanggan.
c.        How - Bagaimana setiap orang bekerja bersama-sama untuk melakukan apa yang dibutuhkan?
Sebelum rencana dapat mengarahkan kepada kinerja aktual, suatu perusahaan harus diorganisasikan dengan tepat, staf yang tepat harus ditempatkan, dan kegiatan harus diarahkan pada pencapaian tujuan yang diinginkan.
1)       Struktur Mengikuti Strategi (Structure Follows Strategy)
struktur mengikuti strategi yaitu perubahan dalam strategi perusahaan menimbulkan perubahan dalam struktur organisasi. Perubahan struktur ini terjadi karena struktur yang lama tidak cocok lagi sehingga tidak efisien dan menimbulkan kerugian.
2)       Tingkat Perkembangan Perusahaan
Ø  Tingkat I. Struktur Sederhana, Struktur ini adalah tipe sktruktur yang dimiliki oleh perusahaan perseorangan yang skalanya masih kecil.
Ø  Tingkat II. Struktur Fungsional, Struktur ini terbentuk ketika pengusaha pemilik perusahaan digantikan oleh suatu tim manajer yang memiliki spesialisasi fungsi
Ø  Tingkat III. Struktur Divisional, Struktur ini ditandai oleh pengelolaan lini produk yang bermacam-macam pada beberapa industri atau perluasan wilayah pemasaran.
Ø  Tingkat IV. Strategic Business Units (SBUs), Merupakan pengembangan dari struktur divisional namun unit bisnis memiliki wewenang yang lebih besar lagi dibanding divisi karena lebih bersifat strategis.
Selain struktur tersebut, akhir-akhir ini telah berkembang struktur yang lebih kompleks yaitu:
ü  Struktur Matriks, Pada struktur ini, bentuk fungsional dan lini produk dikombinasikan secara simultan pada level yang sama pada organisasi
ü  Struktur Jaringan (Network),Ketika perusahaan meng-outsource sebagian besar aktivitasnya dan perusahaan hanya sebagai koordinator dari berbagai aktivitas yang di-outsource,
ü  Organisasi Seluler/Moduler, Organisasi seluler tersusun atas sel-sel (tim yang dikelola sendiri, unit bisnis yang otonom, dan lain-lain) yang dapat beroperasi sendiri namun dapat juga berinteraksi antara satu sel dengan sel lainnya untuk berproduksi
3)       Siklus Hidup Organisasi
Siklus hidup organisasi menggambarkan bagaimana organisasi tumbuh, berkembang, dan akhirnya menurun. Siklus ini mirip dengan siklus hidup produk yang dikenal dalam pemasaran.

Tahap I
Tahap II
Tahap III
Tahap IV
Tahap V

Isu Dominan
Lahir
Tumbuh
Matang
Turun
Mati

Strategi yang
Populer

Konsentrasi
pada satu
ceruk

Pertumbuhan
horizontal
dan vertikal

Diversifikasi
konsentrasi
dan
konglomerat

Strategi laba
yang diikuti
dengan
pengurangan

Likuidasi
Atau  kepailitan

Struktur yang
Memungkinkan

Dominasi
pemilik

Penekanan
pada
manajeme
fungsional

Desentralisasi
laba atau
pusat investasi

Pembenahan
struktural

Pemotongan struktur


Tidak ada komentar:

Posting Komentar