Rabu, 23 Januari 2013

Strategi Fungsional dan Pilihan Strategis

      Pengertian Strategi Fungsional :
Strategi fungsional (functional strategy) merupakan suatu pendekatan terhadap area fungsional untuk mencapai tujuan perusahaan dan unit bisnis dengan memaksimumkan produktivitas sumber daya. Strategi ini dititikberatkan pada pengembangan dan pemeliharaan suatu kompetensi khusus (distinctive competency) untuk menghasilkan keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan atau unit bisnis.
1.      STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran (marketing strategy) berkaitan dengan penetapan harga (pricing), penjualan (selling), dan pendistribusian (distributing) produk. Beberapa strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan atau unit bisnis adalah:
a.                    # Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)
         Dengan menggunakan strategi pengembangan pasar, suatu perusahaan atau unit bisnis dapat:
1)       Merebut pangsa pasar yang lebih besar dari pangsa pasar saat ini, yaitu melalui penyerapan pasar (market saturation) dan penetrasi pasar (market penetration). (contoh: unilever menggunakan periklanan dan promosi untuk mengimplementasikan strategi penyerapan)
2)       Mengembangkan pasar baru bagi produk yang ada saat ini
(contoh: Perusahaan Arm & Hammer menggunakan strategi ini dengan cara menemukan kegunaan baru dari produknya yaitu soda kue)
b.                         #  Strategi Pengembangan Produk (Product Development Strategy)
1)       Mengembangkan produk baru untuk pasar yang telah ada saat ini.
Selain dengan merek baru, menggunakan merek produk yang sudah sukses namun untuk jenis produk yang berbeda juga dapat dilakukan sebagai cara pengembangan produk. (contoh: Smith & Wesson yang sudah dikenal dengan produk senjata api genggam, menggunakan nama yang sama untuk produk parfum pria)
2)       Mengembangkan produk baru untuk pasar yang baru
(Contoh: Arm & Hammer membuat produk pengurang polusi untuk digunakan pada pabrik pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara. Berbeda sekali dari bisnis dan produknya selama ini yaitu toko bahan makanan)
c.                        Strategi Dorong dan Tarik (Push and Pull Strategy)
1)       Strategi mendorong (push strategy)
Dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah uang yang besar pada promosi perdagangan untuk mendapatkan atau mempertahankan pajangan produk di rak-rak pada outlet pengecer. (contoh: pemberian diskon)
2)       Strategi menarik (pull strategy)
Merupakan strategi di mana periklanan “menarik” produk melalui saluran distribusi. Perusahaan mengeluarkan lebih banyak uang untuk periklanan yang didisain untuk membangun kesadaran merek sehingga pembeli akan mencari produk tersebut. (contoh: iklan kartu perdana di stasiuin TV)
d.                         Strategi Penetapan Harga Skim dan Penetrasi (Skimming & Penetration Pricing Strategy)
1)       Skimming pricing
Merupakan penetapan harga produk baru yang menawarkan peluang untuk “menyendok krim” dari puncak kurva permintaan dengan suatu harga yang tinggi dengan pertimbangan produknya adalah baru dan pesaingnya sedikit.
2)       Penetration pricing
Merupakan penetapan harga produk baru dengan memanfaatkan peluang untuk mendapatkan pangsa pasar dengan harga yang rendah agar dapat mendominasi industri.
3)       Dynamic pricing
Merupakan penetapan harga di mana harga berubah-ubah berdasarkan permintaan, segmen pasar, dan ketersediaan produk.
2.      STRATEGI KEUANGAN
Strategi keuangan (financial strategy) menguji implikasi keuangan dari pilihan strategis suatu perusahaan atau unit bisnis dan mengidentifikasi tindakan keuangan yang terbaik. Strategi ini juga dapat menciptakan keunggulan bersaing melalui biaya modal/dana yang lebih rendah dan kemampuan yang fleksibel untuk meningkatkan jumlah modal demi mendukung suatu strategi bisnis.
3.      STRATEGI PENELITIAN & PENGEMBANGAN
Strategi penelitian dan pengembangan (R&D strategy) berkaitan dengan inovasi dan pengembangan produk dan proses. Salah satu pilihan dalam strategi R&D adalah apakah perusahaan akan menjadi pemimpin teknologi (technological leader) yaitu menjadi pelopor inovasi, atau menjadi pengikut teknologi (technological follower) yaitu meniru produk pesaing.
4.      STRATEGI OPERASI
Strategi operasi (operation strategy) menentukan bagaimana dan di mana suatu produk atau jasa diproduksi, tingkat integrasi vertikal dalam proses produksi, penyebaran sumber daya fisik, dan  hubungan dengan para pemasok. Strategi ini juga berkaitan dengan tingkat optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses operasi.
5.   STRATEGI PEMBELIAN
Strategi pembelian (purchasing strategy) berhubungan dengan perolehan bahan baku, suku cadang dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi operasi. Beberapa pilihan strategi pembelian adalah sebagai berikut:
a.      Multiple sourcing, Perusahaan memesan dan membeli suatu bahan atau komponen tertentu dari beberapa pemasok.
b.      Sole sourcing,Perusahaan hanya bergantung pada satu pemasok untuk bahan atau komponen tertentu.
c.       Parallel sourcing, Merupakan pengembangan dari sole sourcing di mana ada dua pemasok untuk dua bahan atau komponen yang berbeda, namun kedua pemasok tersebut dapat menjadi pemasok cadangan satu sama lain.
STRATEGI LOGISTIK
Strategi logistik (logistic strategy) berkaitan dengan aliran bahan dan produk ke dalam dan keluar dari proses produksi. Tiga tren yang berhubungan dengan dengan strategi ini yaitu:
a.       Sentralisasi (sentralization), Perusahaan melakukan sendiri semua fungsi logistik perusahaan seperti pengiriman dan pergudangan.
b.      Outsourcing logistic, Menggunakan perusahaan lain untuk melakukan fungsi logistik. Cara ini dapat mengurangi biaya karena dengan keahliannya di bidang tersebut, perusahaan yang menyediakan jasa dapat mencapai efisisiensi biaya dibandingkan jika perusahaan melakukannya sendiri
c.       Penggunaan internet, Hubungan antara perusahaan dengan pemasok dan penyalur produk dilakukan melalui komunikasi internet, dengan sistem logistik yang terkoneksi antara perusahaan dengan pemasok dan penyalur tersebut.
7.     STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Strategi ini menekankan pada bagaimana suatu perusahaan atau unit bisnis memutuskan cara pemilihan dan pemanfaatan tenaga kerja. Apakah perusahaan merekrut sendiri atau menggunakan outsourcing. Kemudian apakah menggunakan tenaga kerja yang kurang terampil dengan upah yang murah atau tenaga kerja terampil dengan upah yang tinggi.
8.   STRATEGI TEKNOLOGI INFORMASI
Strategi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk menghasilkan keunggulan bersaing. Strategi ini dapat memudahkan hampir semua fungsi lain yang ada di perusahaan dan mendukung strategi yang dilaksanakan oleh unit bisnis dan perusahaan.
9.      Pilihan Strategis: Memilih Strategi Terbaik
Kriteria yang paling penting adalah kemampuan strategi yang diusulkan dalam menangani faktor-faktor strategis spesifik yang dikembangkan sebelumnya melalui analisis SWOT. Pertimbangan penting lainnya dalam memilih suatu strategi adalah kemampuan setiap alternatif strategi untuk memenuhi tujuan dengan sumber daya terkecil dan efek samping paling sedikit. Dua hal yang berkaitan dengan pemilihan strategi:
a.      Menyusun skenario perusahaan
Penyusunan skenario perusahaan dapat dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut:
Ø  Pertama, gunakan skenario industri untuk mengembangkan serangkaian asumsi tentang lingkungan tugas.
Ø  Kedua, kembangkan ukuran umum atas laporan keuangan perusahaan atau unit bisnis pada tahun-tahun sebelumnya untuk membuat proyeksi atas laporan keuangan pro forma.
Ø  Ketiga, susun pro forma laporan keuangan secara rinci untuk setiap alternatif strategis.
Hasil dari penyusunan skenario harus mengantisipasi laba bersih, arus kas, dan modal kerja bersih untuk ketiga kemungkinan (optimis-O, pesimis-P, sangat mungkin-ML). Suatu strategi dapat dilanjutkan jika strategi tersebut dapat memberikan pengaruh positif terhadap laporan keuangan selama lebih dari lima tahun.
b.      Proses penetapan pilihan strategis
Pilihan strategis adalah evaluasi terhadap berbagai alternatif strategi dan pemilihan alternatif strategi yang terbaik. Berdasarkan alternatif strategi yang dihasilkan, setiap alternatif harus dievaluasi untuk melihat kemampuannya memenuhi empat kriteria berikut:
Ø  Mutual Exclusivity – Pelaksanaan satu alternatif strategi terlepas dari atau tidak ada hubungan dengan pelaksanaan alternatif strategi yang lainnya.
Ø  Success – Strategi tersebut harus layak dan memiliki peluang yang baik untuk berhasil.
Ø  Completeness – Strategi tersebut harus memperhitungkan semua faktor-faktor strategis.
Ø  Internal Consistency – Strategi tersebut harus masuk akal dan tidak bertentangan dengan tujuan, kebijakan, dan strategi yang saat ini sedang dijalankan.
10.      MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN
Pemilihan terhadap alternatif strategis yang terbaik bukan merupakan akhir dari formulasi atau perumusan strategi.  Selanjutnya, organisasi harus mengembangkan kebijakan. Kebijakan didefinisikan sebagai panduan umum mengenai implementasi strategi. Kebijakan juga dapat membatasi pilihan strategi di masa yang akan datang sehingga perubahan strategi harus diikuti dengan perubahan kebijakan.