Rabu, 23 Januari 2013

Manajemen Strategi: Evaluasi dan Pengendalian

1.        PROSES EVALUASI & PENGENDALIAN
a.        Tentukan apa yang akan diukur. 
     Manajer puncak dan manajer operasional perlu menetapkan apa proses dan hasil implementasi yang akan dimonitor dan dievaluasi.
b.        Tetapkan standar kinerja. 
      Standar digunakan untuk mengukur kinerja yang merupakan rincian tujuan-tujuan strategis.
c.        Ukur kinerja aktual. 
      Pengukuran harus dibuat pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
d.       Bandingkan kinerja aktual dengan standar.
      Jika hasil kinerja aktual berada dalam toleransi yang telah diinginkan, proses pengukuran dihentikan.
e.        Ambil tindakan korektif.
      Jika hasil aktual berada di luar toleransi yang diinginkan, tindakan harus diambil untuk mengoreksi deviasi.
2.        PENGUKURAN KINERJA
Hal yang berkaitan dengan pengukuran kinerja adalah:
a.        Ketepatan Ukuran
Beberapa alat ukur seperti return on investment (ROI) dan earning per share (EPS) merupakan alat ukur yang tepat untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan atau divisi dalam mencapai tujuan profitabilitas. Namun jenis ukuran ini tidak tepat untuk mengukur tujuan tambahan perusahaan seperti tanggung jawab sosial atau pengembangan karyawan.
b.        Tipe Pengendalian
Pengendalian dapat dijadikan sebagai alat untuk fokus pada:
1)      Output controls, yaitu apa yang harus diselesaikan dengan fokus pada hasil akhir dari perilaku melalui penggunaan target tujuan dan kinerja.
2)      Behavior controls, yaitu bagaimana sesuatu dilakukan melalui kebijakan, aturan, SOP, dan perintah dari atasan.
3)      Input controls, menekankan pada sumber daya seperti pengetahuan, keterampilan, keahlian, kemampuan, nilai dan motivasi karyawan.
c.        Activity-Based Costing
Metode ABC membebankan biaya lebih akurat dari pada metode tradisional sebab metode ini mengalokasikan biaya overhead jauh lebih presisi, yaitu berdasarkan aktivitas yang menyerap biaya, bukan berdasarkan taksiran seperti pada akuntansi biaya tradisional.
d.        Ukuran Utama Kinerja Perusahaan
1)      Ukuran Keuangan Tradisional (Traditional Financial Measures)
Alat yang paling umum digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara tradisional adalah:
Ø  Tingkat pengembalian investasi (return on investment-ROI)
Ø   Laba per lembar saham (earning per share-EPS)
Ø   Tingkat pengembalian ekuitas (return on equity-ROE)
Ø   Arus kas operasi (operating cash flow)
2)      Ukuran Pemangku Kepentingan (Stakeholder Measures)
setiap stakeholder mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan seberapa baik kinerja perusahaan. Kriteria ini berkaitan dengan dampak langsung dan tidak langsung aktivitas perusahaan terhadap kepentingan stakeholder.
3)      Nilai Pemegang Saham (Shareholder Value)
Nilai pemegang saham (shareholder value) dapat didefinisikan sebagai nilai sekarang atas arus kas di masa depan dari kegiatan bisnis ditambah nilai perusahaan jika dilikuidasi. Ada dua jenis ukuran nilai pemegang saham :
Ø  Economic Value Added (EVA) mengukur perbedaan antara nilai sebelum strategi dengan nilai setelah strategi bagi suatu bisnis.
Ø  Market value added (MVA) adalah selisih antara nilai pasar perusahaan dan kontribusi modal oleh pemegang saham dan kreditor.
4)      Pendekatan Balanced Scorecard (Balanced Scorecard Approach)
Balanced scorecard mengombinasikan ukuran keuangan yang menjelaskan hasil dari tindakan yang telah diambil dengan ukuran operasional atas kepuasan pelanggan, proses internal, dan aktivitas inovasi dan perbaikan perusahaan – pengendali kinerja keuangan di masa yang akan datang.
5)      Evaluasi Manajemen Puncak
Manajemen puncak biasanya dievaluasi dalam hal kemampuannya untuk menetapkan arah strategis, membangun tim manajemen, dan menyediakan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang penting dalam jangka panjang dibandingkan sekedar ukuran kuantitatif. Beberapa cara untuk mengevaluasi kinerja manajerial antara lain melalui:
Ø  Feedback Instrument
Ø  Management Audit
Ø  Strategic Audit.
6)      Ukuran Kinerja Divisi dan Fungsi
Ada dua cara yang umum dilakukan untuk mengukur kinerja divisi dan fungsi yaitu:
Ø  Responsibility Centers (standard cost centers, revenue centers, expense centers, profit centers, investment centers)
Ø  Benchmarking.